Minggu, 04 Juli 2010

Hindari tipe pria ini!!!


Mencari pria yang tepat memang sulit. Tapi jangan sampai dibutakan oleh cinta. Kenali karakter-karakter pria yang harus diwaspadai. Jangan biarkan pria dengan karakter seperti ini yang menyetir anda.

The Control Freak

Here comes the first annoying type. Tipe pertama ini menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk memperhatikan tiap tindakan Anda. Awalnya, Anda merasa ia sangat perhatian dan selalu ingin bersama Anda. Very flattering! Lama kelamaan, tiap kali menghubungi pertanyaannya selalu sama "Kamu di mana? Sama siapa?" Saat Anda berkata jujur, ia akan tetap curiga namun berdalih dengan berkata betapa ia merindukan Anda. Susahnya, ketika sedang tak ada dalam jangkauannya, ia mulai mengganggu orang-orang di sekitar Anda, mulai dari sahabat, keluarga, bahkan pria-pria yang dicemburuinya. Efeknya, setiap kali pergi, Anda jadi merasa cemas karena takut ia merusak hari. Merasa disayang sih, tapi jika berlebihan, bisa-bisa kebebasan Anda terancam, dan makin lama ia berganti status dari kekasih menjadi manajer pribadi! Duh!

The Corrector

Tipe ini adalah versi lain dari tipe pertama. Si korektor selalu menganggap Anda punya selera sama dengannya. Jika ia sadar ada beberapa hal yang tidak sejalan, perlahan-lahan ia memaksa Anda melakukan hal-hal sesuai dengan kehendaknya. Mulai dari memilihkan cara berpakaian Anda, bagaimana cara mengambil sikap, hingga buku apa saja yang sebaiknya Anda baca (ya, semua ini harus sesuai dengan seleranya tentunya). Satu kata yang terlintas di benak Anda jika punya kekasih macam ini pasti: cerewet. Well, kenyataannya pria dengan tipe ini memang sulit menerima pandangan yang berbeda dengan pandangannya. Kebebasan Anda dalam menentukan pilihan selalu dinilai salah di matanya. Anda akan dihantui dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Kenapa sih, kamu suka sekali memakai baju itu?" Atau "Mengapa kamu sering menjawab dengan jawaban konyol, padahal sebenarnya kamu cukup pintar?" Sebenarnya bukan jawaban yang ia cari, tapi perasaan mengintimidasi dan kritik tak berujung membuatnya puas mendikte hidup Anda.

The Charmer

"Apa jangan-jangan saya yang salah ya?" Kalimat ini akan sering terlintas di pikiran Anda ketika punya kekasih yang sangat mempesona. Di mata Anda, sahabat, dan keluarga, ia bak pangeran berkuda putih yang nyaris tak bercela. dengan kata lain, Anda berkencang dengan seorang pria idaman. The charmer adalah tipe pria yang punya kekuatan menyenangkan orang lain lewat kepribadiannya.

Pasti Anda luar biasa bangga jika pria semacam ini jadi kekasih Anda. Tapi waspada itu penting, ladies. Alih-alih terbius pesonanya, Anda berupaya memaklumi setiap perilaku menyimpangnya. Bisa jadi pesonanya ini disalahgunakan untuk membius kehidupan rumah tangga, pertemanan, hingga kartu kredit Anda. Saat Anda melayangkan protes padanya, ia akan berpura-pura seolah ia tak melakukan kesalahan apapun. Sulitnya lagi, saat berkeluh kesah dengan orang-orang di sekitar Anda, mereka sulit percaya karena menganggap kekasih Anda pria yang sempurna. Again, the charming magic affected them. Kuncinya, jangan sampai Anda ikut terbius olehnya. Tetaplah berpikir dengan logika, dan hindari menyalahkan diri sendiri akan kesalahan yang dibuatnya.

The Abuser

Peraturan dalam menjalin hubungan dengan tipe terakhir ini mudah; lakukan yang ia mau setiap saat ia menginginkan, maka tak akan ada yang dihukum. Jika Anda tak melakukan sesuai kehendaknya, tak hanya kata-kata kotor yang keluar dari bibirnya, tangan kekarnya bisa membuat Anda terpelanting. Ckckck, scary but real. Dasar wanita, setelah meluapkan kekesalannya, ia akan menghamburkan rangkaian kata-kata manis yang akhirnya membuat Anda kembali luluh dan mentolerir sikap kasarnya. Anda pikir ia melakukan semua itu hanya karena emosi sesaat dan ia benar-benar menyesali perbuatannya? Come on! Jangan terlalu naif, sayang. Dijamin, semua permintaan maafnya hanya gombal sesaat. Buktinya ia kerap mengulangi kesalahan yang sama di lain waktu. Gawat kan?

Menurut Beth Wilson dalam buku HE JUST NO GOOD FOR YOU, tipe ini biasanya punya sosialisasi kurang baik dan menyikapi segala situasi dengan kekuatan fisik dan emosi. Ini sebabnya, ia tak akan terlalu peduli akan opini Anda, karena merasa pria selalu lebih unggul dalam segala hal. Ia merasa dirinya sebagai raja, dan Anda hanyalah selir yang harus selalu tunduk pada aturannya. Jika bertemu pria macam ini, pilihan terbaik adalah: run for your life! (Cosmo/bee)

Source: Cosmopolitan, Maret 2010, halaman 156

Tidak ada komentar:

Posting Komentar